Tips dan Teknik Melakukan Push-Up dengan Benar

Push-Up merupakan salah satu olahraga yang paling dikenal dan digunakan di dunia, hal ini karena ada banyak otot yang tikut terlatih kalau melakukan push-up dengan benar. Selain itu, ini adalah olahraga paling dasar dalam melakukan dorongan horizontal.

Sudah biasa melihat orang melakukan push-ups dalam olahraga harian mereka, tetapi sangat penting untuk melakukannya dengan tepat.

Hal paling penting untuk diingat adalah tekniknya yang tidak semua sama, karena setiap orang berbeda. Bahkan, ada beberapa poin yang biasa diulang dan baik untuk beberapa orang.

Berikut ini adalah bagaimana cara untuk melakukan push-up dengan baik.

1. Posisi Tangan

Pertama yang perlu untuk diperhatikan adalah posisi tangannya. Untuk melakukan push-up dasar, tangan harus ada di bawah siku di awal pergerakan. Dengan begini, tanpa tanpa lebih dekat atau lebih terbuka, lebih ke depan atau lebih ke belakang, pergelangan tangan dan siku tidak akan berapa pada posisi yang menyakitkan.

2. Tinggi dari Siku

Letakkan siku sejajar dengan bahu, atau dekat dengan badan. Ini adalah jarak yang paling memungkinkan. Dalam melakukan push-up klasik, kebanyakan orang idealnya adalah melebihi dan dalam banyak kasus tidak mencapai 90º karena mobilitas dan kemungkinan ketidaknyamanan di bahu, dan tidak terlalu dekat dengan 0-10º, karena kerja Triceps dan deltoid anterior akan sangat meningkat, menyisakan lebih banyak sisi dada.

Dengan demikian, kita akan dibiarkan dengan kisaran antara 20-30º dan 70º-80º derajat, di mana setiap orang dapat memposisikan diri sesuai dengan apa yang mereka rasa lebih nyaman dan memperhatikan apa yang dilakukan.

3. Posisi Punggung dan Pinggang

Baik perut, psoas, dan paha depan, antara lain, harus bekerja untuk menjaga posisi punggung bawah dan pinggul tetap netral. Pada pemula, kadang-kadang dianjurkan untuk melakukan retroversi panggul sukarela (seperti meremas bokong dan menghilangkan lordosis lumbal) untuk menghindari terlalu banyak tenggelamnya lumbal, karena tidak ada kontrol yang cukup. Setelah Anda memiliki kekuatan dan kontrol agar pinggang tidak melorot dan pinggul tidak jatuh, sebaiknya kita berusaha menjaga posisi tulang belakang kita tetap netral dan alami selama latihan.

4. Bahu, jebakan dan ketegangan

Merupakan hal yang umum bahwa terkadang, tanpa disadari, kita mengangkat bahu, mendekatkannya ke leher dan telinga saat melakukan tugas tertentu. Saat berolahraga juga sering, misalnya dalam push-up. Kita harus berusaha menjaga bahu tetap pada posisinya, tanpa menegangkan atau mengangkatnya.

5. Leher dan penampilannya

Akhirnya, penting untuk memfokuskan pandangan kamu ke tanah, jika kita ingin sedikit ke depan, tetapi tanpa berlebihan, karena kita harus berusaha untuk menjaga posisi leher tetap netral, seperti yang terjadi dengan lumbar. Menjadi dengan banyak fleksi (melihat sangat ke bawah, membawa dagu ke tubuh) atau dengan banyak ekstensi (melihat sangat ke depan, memisahkan dagu dari tubuh), dapat menghasilkan ketidaknyamanan.

Nah, itulah beberapa cara terbaik untuk melakukan push-up!